WP 7 – Rame-Rame ke Bandung untuk Halal Bihalal dan Re-uni

Beberapa hari sebelonnya kami dapat undangan untuk halal bi halal dan re-uni dengan kelompok lulusan FKUI 1963. Yang ngundang adalah Dr. PEL Siagian dan Prof. Erniyati. Tempatnya di restoran Bober, Jl, Martadinata (Riau) Bandung. Harinya sengaja dipilih di pertengahan minggu, yaitu hari Rabu tanggal 26 September 2012, agar kota Bandung kagak sesak dengan kendaraan Betawi.

Bagi yang males bawa kendaraan sendiri, disediain bus Bluebird berkapasitas 50 penumpang yang diparkir di gedung Kementerian Kesehatan dan akan berangkat persis pukul 9:00 pagi. Jadi pagi-pagi pukul 6:30 kami berangkat ke sono. Rupanya sudah banyak yang berada dalam bus. Pas menjelang pukul 9, masuklah Dr. Melly Budhiman (berkaca mata hitam di gambar 1) sebagai penumpang terakhir. Dia rupanya korban kemacetan lalu lintas, sehingga terpaksa markir kendaraannya di rumah sakit MMC, tempat dia biasa bekerja dan melanjutkan perjalanan naek taksi.

Gbr 1 Untung kagak ketinggalan bus

Pas pukul 9, berangkatlah kami. Tapi untuk bisa mencapai Jl. Gatot Subroto diperlukan waktu lebih dari 30 menit. Gak heran kalo sampe tempat tujuan baru sekitar pukul 12. Itu pun setelah saya diangkat sebagai pemandu jalan, karena yang laen buta akan jalan-jalan di Bandung. Maklum, kalo ke sono, mereka bawa supir. Beda dengan saya yang kalo ke sono nyupir sendiri karena gak mampu bayarin supir. Kasian ya? Setibanya di sono, kami disambut oleh tukang potret komersial yang sewaktu pulang menjajakan hasil jepretannya seharga Rp.10.000 per lembar. Aku ambil beberapa lembar yang ada saya dan istri saya (gambar 2). Untung juga sih, soalnya aku gak sempet ngejepret tampang saya yang gagah ini.

Gbr 2 Jepretan tukang potret komersial

Begitu masuk gedung, tampak Dr. Leksono Puranto (pake baju merah muda di gambar 3) yang udah beberapa hari berada di Bandung dari Medan, sedang tarik suara. Begitu liat aku mau potret dia, langsung dia nampang sebelon nyalamin saya.

Gbr 3 Berenti nyanyi buat nampang

Setelah semua masuk restoran, maka para sponsor menyambut kami, yaitu Dr. PEL Siagian serta istri dan Prof. Erniyati (gambar 4, dari kiri ke kanan).

Gbr 4 Para sponsor

Setelah makan siang dan sholat, ada yang ngobrol, tapi ada juga yang tarik suara seperti Dr. Naatje M. Isa dan Dr. Leksono Puranto.

Gbr 5 Kapan lagi bisa tarik suara?

Tepat pukul 3 sore, maka Dr. Brotowasisto sebagai ketua kelompok (gambar 6, paling kiri) mohon diri, yang disambut oleh Dr. Siagian atas nama tuan rumah.

Gbr 6 Selamat jalan

Setibanya di rest area km 97, maka bus berhenti dulu. Yang mau shopping atawa belon sholat pada turun. Waktu jedah sih disepakatin cuman 30 menit, tapi meski ¾ jam berlalu masih juga ada yang belon balik. Gak heran kalo para penumpang pada ngomel. Terpaksalah aku teleponin yang belon balik supaya cepet kembali dengan dalih bahwa banyak yang mau berontak. Maka terseok-seoklah para kakek dan nenek lari menuju bus. Untung kagak ada yang keseleo. Kalo ada pasti aku yang kudu bertanggung jawab.

Begitu bus masuk jalan tol, lalu-lintas padat beeng hingga baru pukul 7 malam bisa nyampe di  gedung Kementerian Kesehatan. Karena tampaknya semua orang bergegas pulang, jangan heran kalo kami baru nyampe rumah pada pukul 9 malam. Setelah ngisi perut sedikit dan sholat, maka aku pun tertidur dan baru terbangun setelah dengar azan subuh. Gak bisa ke mesjid deh. Biasanya sih pukul 3 terbangun sendiri untuk sholat tahajud, dan siap-siap untuk pergi ke mesjid. Barangkali ini tanda-tanda badan udah tua, meski semangat masih muda ya?

6 thoughts on “WP 7 – Rame-Rame ke Bandung untuk Halal Bihalal dan Re-uni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s