WP 8 – Spekkoek, kue langka jaman baheula

Sejak dulu Indonesia terkenal dengan rempah-rempahnya. Nah, dengan rempah-rempah itulah maka orang Belanda membikin kue-kue yang lezat seperti spekulaas (baca: spee kuu laas), kue kering dengan aneka rempah dan spekkoek (baca spek ku:k), sejenis lapis legit juga dengan aneka rempah.

Ada yang bilang bahwa nama spekkoek berasal dari “spek” (daging babi yang diiris tipis-tipis atawa yang dalam bahasa Inggrisnya “bacon”) dan koek yang artinya kue. Tapi aku gak percaya, karena gak ada sangkut –pautnya dengan lapisan daging babi. Jadi aku lebih suka dengan penjelasan bahwa spek merupakan singkatan dari “specerijen” (baca: spee se reien) yang artinya rempah-rempah.  Tapi kalo ada yang ngotot bahwa ada hubungannya dengan bentuk bacon, buat saya sih sebodo amat. Percumah kan debat kusir tentang itu?

Nah, kebetulan dulu almarhumah ibu saya suka bikin kue ini buat nambahin uang belanja. Biasanya aku lah yang diminta tolong numbukkin rempah-rempahnya. Maklum jaman itu belon ada blender. Sering sekali kalo ibu saya kecapean, akulah yang diminta nerusin manggangnya. Bayangin aja, manggangnya pake kompor yang pake bara areng di tutup  atasnya. Untung di Bandung dulu udaranyamasih  dingin, jadi kagak keringetan. Bayangin kalo keringet netes di atas kuenya. Pasti jadi asin!

Jadi lama-lama aku apal resepnya. Dan ketika aku udah berkeluarga, aku coba bikin lagi. Lama-kelamaan aku sempurnakan resepnya, hingga hasilnya jauh lebih baek dan lebih lezat.

Nah, khusus buat kawan-kawan saya di WordPress, inilah resep spekkoek yang udah aku sempurnakan:

Bahan yang diperlukan:

Jumlah bahan-bahan di bawah ini cukup untuk loyang bergaris tengah 21 cm. Untuk loyang dengan garis tengah 23,5 cm, tambah aja 25%)

  • Kuning telor dari 1 kg telor ayam ditambah1 putih telor.
  • 1 Sendok teh cream of tartar, agar kocokan telor dapat berkembang dengan baek dan adonan tidak pecah (kalo anda kagak mau pake cream of tartar, pake aja 1 sdm aer jeruk nipis).
  • 2 Ons gula pasir kering.
  • 1 Kaleng (3,4 ons) Blue Triangle pure creamy butter, atawa kalo mau lebih top, pake mentega Wijsman . Kalo mau ngirit, boleh juga dengan margarin doang!
  • 80 Gram terigu gluten sedang atau tinggi.
  • 10 Sendok teh bumbu spekkoek (3 sdt bubuk  kayumanis + 3 sdt bubuk cengkeh + 2 sdt bubuk kapol + 2 sdt bubuk pala).
  • 1 Sendok teh kristal vanili.

Gbr 1 – Bahan

Cara pembuatannya:

Kuning telor, putih telor, cream of tartar dan gula dikocok sampai naik yang ditandai oleh mengentalnya cairan dan keluar cipratan – cipratan.

Gbr 2 – Kocokan telor dan mentega

(Sementara ini nyalakan api atas oven)

Masukkan mentega / margarin, aduk pelan-pelan.

Tepung dicampur dengan bumbu dan kemudian sambil diayak dimasukkin ke dalam adonan sedikit-sedikit,  sambil diaduk pelan-pelan.

Gbr 3 – Tambahkan terigu yang udah tercampur rempah

Loyang yang dasarnya dilapisi  kertas minyak, diolesi dengan mentega. Idealnya pakai loyang yang sisinya dapat dilepas, tapi loyang biasa juga dapat digunakan.

Satu sendok sayur adonan dituangkan ke dalam loyang dan ratakan. Bakar dalam oven dengan api atas. Bila perlu sewaktu-waktu diputar, agar masaknya merata. Bila lapisan pertama udah masak, tambah dengan lapisan kedua dan panggang kembali. Ulangi sampai seluruh adonan terpanggang.

Gbr 4 – Tambah lapisan berikutnya

Waktu panggang tiap lapis berkisar antara 4 – 3 menit (makin lama makin cepat- karena permukaan kue akan naik). Usahakan agar tidak ada lapisan yang belum masak ataupun gosong, terutama lapisan atas! Maka itu setiap ½ menit sebaiknya ditengok. Dengan penambahan cream of tartar, maka adonan tetap tercampur dengan baek dan menteganya tidak terpisah dari adonan.

Gbr 5 – Adonan tetap utuh

Usahakan agar lapisan terakhir tidak gosong

Gbr 6 – Penampilan sewaktu baru diangkat

Tunggu sampe dingin, sebelon dilepaskan dari loyangnya.

Gbr 7 – Setelah dingin bisa diangkat dari loyangnya

Beginilah penampilan lapisannya bila udah dipotong.

Gbr 8 – Perhatikan lapisannya

Dan beginilah caranya Mudhya, cucu saya yang kedua, menyantapnya beberapa taun yang lalu! Tepatnya pada tanggal 19 Januari 2008.

Gbr 9 – Beginilah caranya Mudhya mencicipi

6 thoughts on “WP 8 – Spekkoek, kue langka jaman baheula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s