WP 28 – Chocolate Oat Cookies

Aku pernah membuat chocolate butter cookies dengan cemerlang. Berdasar pengalaman itu aku coba membuat chocolate oat butter cookies dengan mengganti terigu dengan oat (havermout) doang.

Hasilnya luar biasa………………amburadulnya! Ketika dipanggang, separoh margarin mencair keluar adonan  kue, dan kuenya hancur berantakan. Pokoknya gawat deh.

Berkat analisa saya dengan otak yang ku pinjam dari Sherlock Holmes, rupanya oat tidak bisa nyerap margarin seperti halnya tepung terigu. Selain itu kuning telur kagak juga bisa mengikat oat menjadi satu kesatuan.

Kesimpulannya: jumlah margarin cukup separohnya doang dan pada kuning telornya kudu ditambahin putih telur. Satu putih telur cukup.

Jadi sekarang aku coba membuat kue yang ku sebut pada judul di atas. Sengaja perkataan butter aku hilangkan karena margarin yang digunakan cuman separohnya doang.

Cara membuatnya?  Sabar dikit! Baru aja aku mau ceritain.

Nah, mula-mula 100 gr tepung terigu aku campur dengan 100 gr oat dan 100 gr gula pasir halus. Kemudian aku tambahkan 30 gr bubuk coklat dan 1 sdt double acting baking powder. Penambahan baking powder gunanya agar kue dapat mengembang hingga jadi crispy. Abis itu aduk hingga semua bahan tercampur.

1

Setelah itu tambahkan 100 gr margarin. Aku gunakan Blue Band karena kebetulan itu yang ada. Aduk hingga adonan tercampur secara merata. Bila perlu dibantu dengan tangan. Yang udah dicuci tentunya.

2

Sekarang masukkan kocokan 3 kuning telur yang ditambah dengan 1 putih telur. Aduk. Seperti aku ceritain di atas, penambahan kuning telur ini agar kue kagak jadi amburadul ketika udah matang.

3

Karena adonan terlalu kasar, maka tidak dapat disemprotkan dengan alat pembentuk kue. Oleh karena itu aku ambil 1 sdm adonan dan disusun di atas loyang yang udah dilapisi dengan margarin, kemudian adonannya ditekan dengan garpu hingga tingginya tinggal sekitar ¼ cm. Seharusnya sih cukup 1 sdt saja, tapi karena terlalu lama, aku sendokin sebanyak 1 sdm setiap kue.

4

Panggang dalam oven dengan api bawah yang kecil (160 o C) hingga tercium harumnya kue. Segera matikan apinya dan biarkan loyang di dalam oven hingga jadi dingin.

5

Setelah diangkat, dapat disimpan dalam stopfles. Bila masih hangat tutupnya biarkan sedikit terbuka dulu.

6

Tampaknya kue ini tidak bisa tahan lama, apa lagi kalo punya cucu  seperti Ifa dan Mudhya.

7

8

Percaya deh!

6 thoughts on “WP 28 – Chocolate Oat Cookies

    • Kalo buat kue kering sih bisa. Tidak terlalu berpengaruh.
      Saya gunakan supaya hasilnya lebih crispy.
      Lain kalo buat cake atawa kue basah yang harus ngembang.
      Penggunaan double acting baking powder yang belon kadaluarsa mutlak sekali.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s