WP 31 – Kerak Telor

Kerak telor merupakan jajanan khas Betawi yang tampaknya juga sering dijajakan di sejumlah kota besar pada peristiwa-peristiwa tertentu seperti Pekan Raya dan sejenisnya. Berbeda dengan jajanan laennya maka kerak telor baru dibikin kalo ada pesanan.

Tertarik pada cara bikinnya yang cukup ribet maka pada tanggal 25 April 2008 saya tertantang untuk bikin sendiri yang hasilnya pernah saya muat di Multiply.com. Resepnya dapat nyontek dari internet. Lupa dari website mana, soalnya kagak nyatet sih.

Bahannya terdiri dari 3 kelompok, yaitu:

Bahan dasar

Yang terdiri dari 250 gr ketan putih yang setelah  dicuci direndam selama beberapa jam dan telur ayam sebanyak jumlah kerak telor yang dibikin (katanya sih sekitar 6 butir). Biasanya sih telur bebek yang digunakan, tapi mungkin diganti dengan telur ayam, karena telur bebek sekarang jauh lebih mahal dibanding dengan sebelon tahun 1960an.

Bumbu halus

Terdiri dari ¼ kelapa tua yang setelah diparut disangrai sampe berwarna coklat. Setelah itu gerus 2 cabai merah, 2 cm kencur,  1½ cm jahe dan ½ sendok teh merica sampai halus (biar betul-betul halus, saya tambahkan sedikit garam). Selanjutnya hasil gerusan ini disangrai. Tapi untuk lebih mudah saya tumis dengan 1 sdt minyak goreng. Kelapa yang disangrai kemudian dicampur rata dengan bumbu yang ditumis  dan ditambah 3 sdt garam dan 3 sdt gula pasir. Jumlah ini sudah saya naikkan dari 1 sdt garam dan ½ sdt gula .

Taburan.

Untuk taburannya 50 gr ebi (udang kering asin) direndam sampai lunak, kemudian setelah digerus sampai halus, disangrai sampai kering. (Saya tambahin ½ sdt garam, karena asinnya sudah hilang gara-gara direndam). Taburan berikutnya adalah 25 gr bawang merah goreng yang bisa dibeli jadi di pasar, tapi bisa dibikin sendiri dari 100 gr bawang mentah yang diiris tipis-tipis terus digoreng.

 

Jadi inilah bahan-bahan, kecuali telur, yang diperlukan.

1

 

Nah, sekarang kita siap membikin kerak telor.

Wajan besi cekung dipanaskan di atas api sedang. Karena saya cuman punya wajan teflon kecil,  maka itulah yang saya pake.

Tuangkan 3 sdm ketan di atasnya dan ratakan. Wajan ditutup, agar panasnya kagak ke mana-mana, sampe ketan matang dan bagian bawahnya jadi kerak.

2

Tuangkan kocokan 1 butir telur ayam (saya tambah ¼ sdt garam) dan ratakan di atas permukaan ketan. Taburkan 1 sdm bumbu halus dan aduk dengan telur tapi jangan sampe terkena ketan. Tutup wajan dan panaskan sebentar.

3

Balikkan wajan dan panaskan di atas api, tapi jangan terlalu dekat, supaya permukaan atasnya kering, tapi tidak gosong. Panaskan lagi wajan pada posisi normal, hingga adonan berwarna kecoklat-coklatan dan  kering secara keseluruhan.

Ternyata bahan yang tersedia cukup untuk 8 kerak telor dan bukan 6, seperti yang disebutkan dalam resep aslinya.

4

Sajikan dengan ditaburi bawang goreng dan ebi. Cukup bikin ngiler kan?

5

Beginilah penampilannya setelah diiris.

6

Karena bikinnya rada ribet, mendingan beli jadi deh. Sekalian kasi nafkah sama yang jualan kerak telor. Tapi kalo anda punya jiwa petualang kaya saya, gak ada salahnya bikin sendiri.

2 thoughts on “WP 31 – Kerak Telor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s