WP 37 – Pizza

Lima taun lalu ketika Mazaya, cucu saya yang pertama, berulang tahun yang ke 13,  Mira, ibunya, yang juga anak saya yang pertama, minta pada istri saya untuk dibuatkan nasi kuning, karena berencana makan malam bersama di rumah saya. Itu sih tak masalah karena pembantu saya sudah terbiasa membuat nasi kuning. Persoalannya adalah, apa sang kakek tidak membuat sesuatu for this special occasion? Setelah mempertimbangkan bahwa apa yang saya buat dapat ditiru oleh para bloggers, maka saya putuskan untuk membuat pizza. Siapa tau pada suatu waktu salah seorang blogger datang ke rumah saya membawa hasil karya-nya! Sesuai dengan jumlah orangnya, saya rencanakan buat bikin 2 pizza. Jadi saya ambil 500 gr terigu Cakra Kembar yang merupakan terigu tinggi gluten, 4 sendok makan (sdm) susu bubuk, 2 sdm gula pasir, 1 bungkus Fermipan (ragi instan buat roti). Kemudian semuanya diaduk sampai tercampur rata. Aku tambahkan 2 sdm margarine dan aduk lagi. Terakhir saya siapkan barang 350 cc air. Air itu aku tuangkan sedikit demi sedikit ke campuran tepung sambil diuleni. Tergantung dari kadar air yang ada dalam tepung dan kualitas tepung, maka jumlah air 350 cc bisa berlebih bisa juga kurang. Jadi nambahnya sedikit demi sedikit sambil diuleni. Bila sudah kalis (kneadable), sisihkan dan tutup dengan kain lembab dan biarkan barang satu jam biar mengembang.

1

Setelah mengembang penampilannya akan seperti pada gambar berikut.

  2

Sementara itu saya persiapkan toppingnya. Ini sih cara saya sendiri. Kalau ada yang mau pakai cara yang lain sih, silahkan aja. Lha wong ini negara merdeka. Empat siung bawang putih ditumis dengan sedikit minyak goreng, terus tambahkan daging cincang. Aduk hingga semua daging masak. Tambahkan ¾ kaleng pasta tomat yang isinya 170 gr. Kalau ada yang mau cape-cape menggunakan tomat yang dikukus, silahkan. Tapi jangan tanya pada saya berapa buah tomat yang harus dikukus, karena saya tak pernah mencobanya. Bila sudah teraduk rata, tambahkan 100 cc air, 2 sendok teh merica bubuk, 2 sdm garam, 1 sdm gula, 3 sdm oregano atau bila ada, Italian Seasoning. Aduk dan panaskan hingga kental. Cicip dan bila ada bumbu yang terasa kurang, tambah aja.

3

Setelah itu angkat dan biarkan menjadi dingin kemudian nyalakan api bawah oven pada suhu 160 derajat Celcius. Bila adonan sudah mengembang, bagi dua. Setiap bagian dibulatkan, terus dengan penggiling diratakan hingga berbentuk lingkaran yang lebih besar dari lingkaran loyang pizza. Karena lengket, olesi papan dan penggiling dengan minyak goreng. Kebetulan istri saya lagi pergi ngaji, jadi diam-diam saya pakai minyak zaitun (olive oil) miliknya untuk menggantikan minyak goreng, sebagai percobaan apa bisa menambah rasa. (Tapi pada kenyataannya tidak ada perubahan rasa yang berarti tuh!)

4

 Kalau yang akhli bikin pizza sih caranya dengan menarik-narik pada pinggir adonan, kemudian dengan satu tangan pinggiran adonan diputar-putar dalam posisi vertikal, dan sebagai penutup dilempar ke atas dan ditangkapnya kembali. Nah setelah itu letakkan di atas loyang pizza yang sudah diolesi margarin atau minyak goreng. Kalau tidak punya loyang pizza, piring tahan panas juga bisa kok. Biarkan sampai mengembang, dan setelah itu kempiskan bagian tengahnya dengan cara menekannya. Bubuhkan adonan daging dan tomat di bagian tengah dan ratakan. Setelah itu taburi dengan irisan ½ kaleng jamur champignon (kebetulan itu yang ada, meski biasanya saya pakai jamur merang), irisan 1 bawang bombay ukuran sedang, irisan 1 paprika dan irisan 1 tomat besar. Kalau mau nambah irisan buah zaitun (olives) boleh juga. Ada juga yang nambahin irisan nenas. Yah, sesuka-sukanyalah!

5

Masukkan kedua loyang ke dalam oven. Sekali-kali rotasi posisi loyang, karena bagian belakang oven biasanya merupakan bagian yang terpanas. Bila bagian adonan pizza terasa keras dan tidak lembek lagi, keluarkan kedua loyang. Setelah itu 200 gram keju mozarella diparut kasar dan ditaburkan merata di atas kedua pizza. Karena potongan keju yang saya punya beratnya ¼ kg, ku pakai semuanya, daripada sisanya nanti bulukan. Kalau susah cari keju mozarella, keju QuickMelt bikinan Kraft juga bisa!

6

Setelah itu, satu per satu loyang dimasukkan lagi. Kali ini dengan api atas yang kecil. Sewaktu-waktu putar supaya terpanggangnya merata. Setelah masak, dinginkan dulu sebentar sebelum dipotong dan disantap.

7

Bila yang ada cuma microwave oven, bisa juga dipergunakan. Tapi jangan pakai loyang logam, cukup gunakan piring yang tahan microwave. Pakai saja power menengah, dan sekali-kali periksa, jangan sampai jadi keras atau gosong. Karena pada penggunaan oven microwave, panas yang timbul berasal dari molekul-molekul makanan yang bergesekan. Oleh karena itu bila powernya terlampau tinggi, bagian dalamnya yang gosong duluan. Berbeda dengan pizza yang dipanggang  dalam oven gas, maka pizza yang dipanggang pake microwave oven akan lebih pucat, meski rasanya sama. Begitu ngumpul di meja makan, aku heran kenapa yang berulang-taun justru milih makan pizzanya dulu daripada nyantap nasi kuningnya. Ada yang tau?

8

2 thoughts on “WP 37 – Pizza

  1. Pingback: Webmasters Guide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s