WP 42 – Macaroni Schotel

Perkataan schotel (Belanda) dapat diterjemahkan menjadi saucer (Inggris) atau pisin (Indonesia). Perkataan pisin sekarang sudah jarang dipergunakan, tapi artinya adalah wadah makanan yang cekung dan bundar. Jadi yang dimaksud dengan macaroni schotel adalah macaroni yang dihidangkan dalam wadah yang cekung dan bundar. Tapi udahlah. Itu gak usah dipersoalkan. Yang aku mau ceritain di sini adalah cara saya bikin macaroni schotel. Resep tentang pangan ini tidak ada yang sama. Jadi bila resep yang saya tulis berbeda dengan yang biasa anda bikin, jangan ngomel. Coba aja dulu mana yang lebih cocok dengan lidah anda. Soalnya yang paling menentukan adalah lidah yang mencicipinya! Iya kan?

Pada foto berikut tampak bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan.

1 Bahan

Mula-mula saya rebus 100 gram macaroni dalam air yang sudah mendidih sampai matang. Tandanya adalah bahwa macaroninya jadi lemas dan warnanya jadi putih. Tiriskan dan biarkan jadi dingin.

Satu suing bawang putih saya gerus halus dan ditumis. Kemudian dua butir telur ayam saya kocok dengan 1 sdt garam, 1 sdt merica halus dan tumisan bawang putih. Sesudah itu saya masukkan 2 sdm susu bubuk yang sudah saya larutkan dalam 200 cc air.

Berikut adalah foto macaroni yang sudah direbus dan telur yang sudah dikocok, diberi bumbu dan susu.

2

Macaroni yang sudah dingin dimasukkan ke dalam “schotel” yang sudah diolesi margarin. Tuangkan campuran telur, bumbu dan susu ke dalamnya. Dengan garpu tekan macaroninya supaya cairan masuk ke dalam rongga-rongganya.

3

 Iris tomat menjadi 4 bagian dan letakkan di sebelah atasnya.

4

Ke atasnya ditaburkan 50 gram keju cheddar yang sudah diparut kasar, kemudian dengan garpu saya tekan kejunya, supaya sebagian masuk ke dalam adonan. Kalo sebelumnya mau ditambahkan kerokan corned beef boleh juga. Sayang pada waktu itu saya kagak punya.

5

Karena LPG saya sedang habis, terpaksa saya panggang macaroni itu dalam microwave oven dengan kekuatan medium high selama 10 menit.

6

Bila dipanggang dalam oven gas, maka permukaan atasnya akan berwarna kecoklat-coklatan, tapi kalo dipanggang dengan microwave oven, maka permukaan atasnya akan tampak pucat, persis seperti kalo dikukus.

Saya sih lebih suka yang dipanggang dengan oven gas, tapi istri saya suka yang dikukus. Jadi yang ini cocok dengan selera dia. Bagus kan?

4 thoughts on “WP 42 – Macaroni Schotel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s