WP 49 – Putu Mayang Pandan

Kue ini merupakan kue kesukaan saya waktu saya masih kecil.

Untuk bisa mencetak kue ini, sengaja saya bikin dasar semprotan kue dari selembar plastik tebal yang aku gunting berupa lingkaran dengan lubang yang kecil-kecil tapi banyak.

Resep yang ada di internet sih macem-macem. Orang Malaysia keturunan India makannya pakai kelapa parut yang dicampur gula merah. Tapi aku lebih suka yang pakai kinca. Dari sekian banyak resep yang saya temui, satu pun kagak ada yang sreg untuk ditiru. Jadi saya susun resep sendiri dengan bahan-bahan berikut.

Bahan

Mula-mula saya blender selusin daun suji dan selusin daun pandan dengan sedikit air sehingga diperoleh sari yang pekat. Kemudian aku campurkan sari itu dengan 100 cc santan kemasan dan tambah air sehingga volumenya jadi 450 cc.

2 Tambah santan

Larutan santan dan daun itu saya campurkan ke dalam 250 gr tepung beras, kemudian saya tambahkan 2 sdm gula pasir dan 1 sdt garam.

3 Masuk tepung beras

Setelah tercampur rata, saya masak di atas api kecil sambil diaduk sampai menggumpal, baru angkat.

4 Masak

Tunggu sampai panasnya berkurang, kemudian saya tambahkan 80 gr tepung maizena dan diuleni sampai kalis (kneadable).

5 Tambah maizena

Baru aku semprotkan ke atas daun pisang yang sudah diolesi minyak goreng sehingga berbentuk bulatan-bulatan.

6 Cetak

Semua ini kemudian dikukus selama 15 menit. Jangan lupa melapisi tutup dandang dengan kain bersih, supaya si kue kagak ketetesan air.

Bila masak, kue ini belum bisa disantap, karena kincanya belum dibuat.

Bikin kincanya sih gampang saja. Timbang 250 gr gula merah lalu diiris-iris. Tambahkan ½ sdt garam, 100 cc santan kemasan, 300 cc air dan beberapa lembar daun pandan. Didihkan sambil diaduk-aduk.

7 Kinca jadi

Untuk menyajikannya, sejumlah kue ditempatkan dalam cawan dan disiram dengan kinca secukupnya.

8 Siap saji

Menggiurkan kan?

8 thoughts on “WP 49 – Putu Mayang Pandan

  1. Waaahh… kalau ini mah udah bener2 jag masaaak… sama kaya mbok Refott, resepnya pun rinci… asyiikk punya tempat buat nyontek masakannya kalau mau buat, matur nuwuuun Pak.

    Saya pernah buat Putu Ayu juga..ntar cari2 fotonya🙂

    Reply
  2. wahh enak jadi ingat jaman dahoeloe……ini sarapan pagi saya bersama almarhum ibu dan eyang….
    wach mau ikutan bikin juga ach… kebeneran saya punya tuh cetakan sawa..thanks for the idea about the mould…..soalnya kan biasanya orang2 bikin putu mayang pake cetakan khusus,
    ech jadi agak besar2 ya pak mirip mi , pakai design yang mana ya ini??:D

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s