WP 111 – Gado-gado Padang

 

Gado-gado Padang merupakan kesukaan ku sewaktu masih mahasiswa di  FKUI. Jajannya sih di Pasar Paseban, jadi tidak jauh-jauh amat dari sekolah. Tapi makannya cuman sebulan sekali pas dapat uang ikatan dinas dan honor jadi asisten di Bagian Biologi.

Rupanya bikin bumbunya sih tidak susah-susah amat.

100 gr bawang merah, 100 gr bawang putih, 4 cabai merah dihaluskan setelah diberi garam secukupnya. Setelah itu ditumis sampai masak.

1

Kemudian masukkan batang sereh, daun salam, daun jeruk purut, beberapa iris laos, sepotong asam kandis dan 50 gr gula jawa.

2

Kemudian tambahkan santan. Untuk mudahnya saya tambah santan kemasan sebanyak 200 cc.

3

Baru masukkan 250 gr kacang tanah yang sudah digoreng dan dihaluskan. Aduk hingga tercampur dengan baik.

4

Tambahkan air barang 250 cc dan aduk hingga mendidih.

5

Setelah mendidih cicipi dulu apa perlu ditambah garam, gula pasir atau lada halus, baru angkat.

6

Disajikan dengan bayam, kacang panjang, kangkung dan kol yang sudah direbus, daun selada air dan timun yang diiris-iris. Bila mau bisa ditambah tahu goreng, tempe goreng, telur rebus dan emping goreng. Di sini saya hanya tambah tahu goreng saja.

7

Karena belum waktu makan siang dan penampilan itu gado-gado menggoda, saya cicipi satu piring kecil. Rasanya tidak perlu saya ceritakan, karena kalau tidak enak, saya bisa didemo seluruh penghuni WordPress.

8

Perlu saya tambahkan bahwa bumbunya akan mengental sendiri. Bila itu terjadi tinggal tambah air panas yang sudah dimasak dan bila perlu tambah garam, gula atau lada. Bumbunya bisa tahan berhari-hari asal disimpan dalam lemari es dan dipanaskan setelah itu.

17 thoughts on “WP 111 – Gado-gado Padang

  1. ooo… perlu di coba bikin sendiri nihjam pak, saya sering bikin gado2 siram ala jawa tengah, atau gado2 uleg ala betawi, tapi belum pernah bikin gado2 padang.
    kalau beli, pernah beberapa kali di pasar benhil, ada juga pedagang yang lewat depan rumah, tapi lewatnya jam 22.00. beneran nih, jual gado2 padang kelilingannya malam hari. tapi sudah lama sekali si bapak tua ini tidak lewat di depan rumah, jangan2 sudah ndak dagang lagi.
    btw, terimakasih posting cara bikin bumbunya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s