WP 118 – Kacang Telor

Pernah kah anda makan kacang telor?  Namanya betul kacang telor, bukan kacang telur. Kacang telor merupakan kacang tanah yang digoreng dan dilapisi kulit. Rasanya asin, manis dan pedas sekaligus. Perlu anda tahu bahwa di pasaran ada 2 jenis kacang telor. Yang pertama adalah buatan pabrik. Tandanya adalah bahwa kulit pembungkus kacang itu licin dan rata. Yang lain adalah hasil industri rumah tangga yang ditandai dengan kulit pembungkus yang tidak rata. Yang buatan pabrik biasanya sedikit lebih mahal. Tapi menurut saya, yang buatan industri rumah tangga rasanya lebih mantap. Rasa pedas, manis dan asinnya lebih menonjol.  Bahan yang diperlukan dapat dilihat pada foto berikut.

Image

Tiga cabai kriting aku gerus dengan 2 sdm gula dan 2 sdt garam. Setelah halus, aku masukkan 1 butir telur ayam dan kocok. Bila mau pedas, tambahkan 2- 3  buah cabai merah atau cabai rawit lagi.

Image

Ke dalam kocokan telur itu aku masukkan ½ kg kacang tanah mentah dan aduk hingga kacang tanah dilapisi campuran telur secara rata.

Image

 Setelah itu aku taburi tepung terigu sedikit demi sedikit, sambil diaduk

Image

Kalau sudah tidak lengket lagi, berhenti dengan penambahia tepung, dan adonan siap untuk digoreng. Tepung yang terpakai sekitar 100 gram.

Image

Kini waktunya untuk menggoreng sebagian kacang dengan minyak yang cukup di atas api yang sedang. Kebetulan aku gunakan wajan TQ supaya hasilnya tidak gosong.

Image

Aduk dengan sodet agar biji-biji kacang tidak menggumpal. Begitu terdengar bunyi pletak-pletek, matikan api, tunggu barang 2 menit sambil diaduk, baru angkat dan tiriskan.

Image

Bila ragu apa rasanya sudah cocok, cicipi saja. Kalau menurut saya rasa pedasnya masih kurang hingga perlu ditambahi cabai keriting atau cabai rawit yang sudah digerus sebanyak 2 buah pada campuran kacang yang belum digoreng..

14 thoughts on “WP 118 – Kacang Telor

  1. Sering bikin klo pulkan ke sulawesi
    Pas nepunginnya pke baskom trus digoyangin muter, mayan capek tapi tepungnya bisa mulus

    Reply
  2. opa, pas lagi di goreng trus bunyi pletek-pletek kan dimatiin tuh apinya.
    kenapa ga langsung di angkat & tiriskan?
    kenapa harus tunggu 2 menit sambil di aduk?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s