WP 140 Sudah merdekakah kita?

Pasti secara spontan ada menjawab: “Ya sudah sejak 1 Agustys 1945!” 

Bagi yang jawab gitu, aku gak akan tanya apa yakin negara kita tidak diatur secara politis dan ekonomis dari luar. Saya juga kagak akan tanya, berapa banyak sumber daya alam yang dikeduk dan dibawa kabur oleh fihak asing.
Yang saya mau tanya cuman apa negara sudah bisa ngejamin kesejahteraan rakyatnya?
Bagi yang jawab: “Sudah!”, saya minta untuk segera guyur kepalanya dengan aer dingin, supaya terbangun dari mimpinya!
Bukan saja tenaga migran kita diperbudak oleh majikannya, tapi juga diperas oleh pemerentah kita, melalui peraturan yang dibuat oleh menakertrans.
Gak percaya?
Silahkan baca e-mail dari Migrant Care yang ditandatangani Anis Hidayah melalui Change.org, yang berbunyi:

Margono-
Erwiana adalah gadis yang periang. Keinginannya untuk bekerja, mendapat uang yang cukup untuk lanjut ke universitas. Bukan diperbudak.
Baru 8 bulan sebagai buruh migran di Hongkong, kepala dan sekujur tubuhnya luka. Hampir setiap hari ia alami penyiksaan fisik dan psikis dari majikan hingga tubuhnya luka parah. Tadinya berat badan 50 kg, turun hingga 25!
Saat lapor ke agen perekrut, ia malah dipaksa kembali ke majikan. Akhirnya ia dipaksa pulang, tanpa digaji. Erwiana hanya satu dari ratusan ribu TKI yang rentan perbudakan di Hongkong saat ini.
Ayo ikut kami kita desak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengakhiri perbudakan modern atas pekerja migran Indonesia di Hongkong.
Masalahnya begini.Melalui peraturan menakertrans (No. 4/2013) mereka harus membayar 15-20 juta ke agen perekrut, padahal tidak diwajibkan oleh hukum Hongkong. Ini bisa berarti separoh dari gaji mereka selama 8 bulan. Karena itu, pekerja seperti Erwiana sering kali terbelit hutang dan sulit untuk keluar dari pekerjaannya, walaupun penuh kekerasan.
Kalau biaya ini dihapuskan, buruh migran seperti Erwiana dapat lolos dari siksaan.
Satu lagi, buruh migran harus bisa melakukan kontrak mandiri, tanpa tergantung oleh agen yang sering semena-mena. Ini standar yang ditetapkan oleh filipina atas buruh migrannya.
2 hal ini, wewenang Menakertrans Muhaimin Iskandar. Ayo kita ingatkan dia untuk menyelamatkan ratusan ribu jiwa TKI di Hongkong.
Saat ini Erwiana sudah keluar RS dan siap bersaksi. Ia adalah bukti, perbudakan modern nyata! Menteri wajib ambil langkah konkrit mengakhirinya.

Salam,

Anis Hidayah
@MigrantCare

Mendidih kagak membacanya?
Maka itu, tolong ikut tandatangani petisi supaya menakertrans mawas diri!

Ini linknya:

https://www.change.org/id/petisi/akhiri-perbudakan-prt-migran-di-hongkong?utm_source=action_alert&utm_medium=email&utm_campaign=48644&alert_id=xBlWhidnqU_eHBpnqTOWr

Bila ingin tau lebih tentang nasib TKW ini, periksa aja di internet.

2 thoughts on “WP 140 Sudah merdekakah kita?

  1. teman saya merugi jutaan rupiah. dia putuskan pulang Indonesia setelah 2 bln tdk betah jadi TKI di korea. alasan paling kuat: tdk ada jam istirahat saat bekerja. makan dan minum sambil bekerja. dan yang paling parah, tidak diijinkan sholat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s