WP 149 Roti panggang renyah

Terinspirasi roti Bagelen, saya coba bikin cemilan ini. Bagi yang tidak kenal roti Bagelen, silahkan tanya sama paman Google. Bedanya dengan roti Bagelen adalah bahwa saya pergunakan roti tawar biasa dan tidak menggunakan mentega tapi margarin.
Sebetulnya bahannya tidak beda dengan roti panggang caramel, tapi prosesnya berbeda, hingga rasanya pun berbeda.
Mula-mula dua iris roti tawar olesi margarin yang agak tebal, kemudian pada salah satu iris taburi satu sendok teh gula pasir. Tumpukkan irisan roti yang lainnya ke atasnya dengan lapisan margarin ke arah bawah, hingga gula melekat ke iris roti yang di atas. Bila anda ingin yang lebih manis, taburi saja keduanya dengan gula.

 Image

Roti yang sudah ditumpuk kemudian diiris menjadi 8 bagian.

Image

Susun di atas loyang yang sudah dilapisi sedikit margarin, dengan permukaan yang bergula ke atas.

Image

Panggang dalam oven dengan suhu sedang (170 derajat C) hingga kering dan segera pindahkan ke atas piring besar agar tidak gosong. Permukaan bawahnya akan tampak seperti 3 iris yang sengaja saya balik.

Image

Setelah dingin simpan dalam wadah tertutup supaya tahan lama.

Image

Tapi bila anda punya cucu seperti Alessandro, jangan harap roti panggang ini bisa tahan lama. Tau kan kenapa?

 Image

11 thoughts on “WP 149 Roti panggang renyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s