WP 151 Ananas bol disempurnakan

Di blog saya di Multiply (yang sudah buyar) pernah saya bahas pembuatan kue ini dan sekalian jelaskan bahwa nama “nastar” (dari “ananas taart”) kurang tepat tapi sudah lazim digunakan. Entah kenapa, kue ini paling dicari menjelang Lebaran.
Waktu itu, dengan resep yang saya jelaskan, terdapat sejumlah kelemahan, yaitu sewaktu membuat bulatan-bulatan sering terjadi keretakan, hasilnya agak keras dan mudah hancur.
Karena bulan puasa sebentar lagi tiba, beberapa waktu lalu aku coba contek resep yang ada di internet, yang seperti biasa tampaknya berupa hasil copy & paste satu sama yang lainnya, dengan kadang-kadang ditambah sedikit variasi.
Tapi hasilnya sama saja. Waktu adonan dibulatkan mudah retak dan hasilnya sama kerasnya dan mudah hancur.
Kok beda dengan yang waktu Lebaran lalu aku beli dari adik ipar saya ya?
Jadi aku tanya pada dia resepnya. Karena dia biasa membuat dalam jumlah besar untuk dijual, saya coba membuat dengan sepertiga bahannya saja yang kebetulan pas mengisi satu loyang oven dan cukup untuk selai dari satu buah nenas.
Karena baru di tengah jalan aku teringat untuk mempostnya di WordPress, maka saya terlambat ambil foto-fotonya. Tapi mudah-mudahan penjelasan saya mudah difahami.
Mula-mula aku membuat selai nenasnya dulu. Satu nenas ukuran sedang saya kupas, balur dengan sedikit garam dan saya cuci dengan air. Kemudian saya iris kecil-kecil dan haluskan dengan blender tanpa menambah air.
Tambahkan 2 sdm gula pasir dan 0,5 sdt garam, kemudian dengan menggunakan wajan, saya masak di atas api sedang. Begitu mulai mendidih, aduk terus dengan sendok kayu supaya tidak gosong. Bila mau lebih kecut bisa ditambah air perasan dari 2 buah jeruk nipis. Biasanya saya tambahkan 0,5 sdt bubuk kayumanis, tapi karena istri saya tidak suka kayumanis, saya lewatkan saja. Begitu sudah mulai kering dan berwarna kecoklat-coklatan, selai sudah bisa diangkat.
Sekarang saya jelaskan cara membuat adonannya.
Saya campurkan 115 gr margarin Blue Band, 85 gr mentega Wijsman, 15 gula bubuk dan 1,5 kuning telur (0,5 bagian sisanya untuk mengoles). Aduk dan kocok hingga tercampur rata. Kalau mau cepat, kocok dengan mixer. Kemudian 270 gr terigu gluten rendah saya sangrai sampai hangat. Gunanya adalah agar terigu menjadi betul-betul kering. Setelah ditambah 0,5 sdm susu bubuk dan 0,25 sdt baking powder, ayak ke dalam campuran mentega, kuning telur dan gula. Aduk dengan sendok kayu hingga tercampur. Penambahan susu bubuk gunanya untuk menambah rasa sedang baking powder agar renyah.
Ambil adonan sebesar ujung jempol. Bulatkan, pipihkan, kemudian di engahnya diberi seujung kelingking selai nenas.

Image

Pinggir adonan disatukan hingga selai nenas tertutup adonan. Bulatkan dan susun di atas loyang yang sudah diolesi margarin.
Setelah semua adonan terbentuk, permukaan bulatan diolesi 0,5 kuning telur yang sudah dicampur dengan 1 sdt air. Pada tahap ini boleh ditaburi keju cheddar yang sudah diparut, tapi saya memilih menusuk biji cengkeh di atasnya (lebih murah dan menambah rasa pedas bila digigit).

Image

Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu sedang (170 derajat C) sampai kering dan berwarna kekuning-kuningan.

Image

Angkat dan dinginkan sebelum disimpan di dalam tempat yang dapat ditutup dengan rapat.

Image

Hasilnya? Renyah dan enak sekali.
Silahkan bikin, tapi bila malas dan mau tinggal nikmati, bisa pesan pada mbak Rena, adik ipar saya, lewat SMS di +628179930159 atau adik saya, Suprapto M. Amir, di +628569049516.
Bedanya dengan hasil karya saya adalah bahwa besarnya mungil dan seragam dan dikemas secara apik. Namanya juga orang jualan ya?
Ngomong-ngomong, mempromosikan hasil karya adik ipar termasuk nepotisme kagak ya?

14 thoughts on “WP 151 Ananas bol disempurnakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s