WP 156 Kue ultah yang gagal

Tahun 1970 saya mempersunting cewe idaman saya yang ketika itu berusia 21 tahun, padahal usia saya 11 tahun lebih tua.

Nah kemarin, tanggal 12 Juni 2014 dia berulang tahun. Jadi terfikir oleh saya untuk membuat kue ulang tahun buat dia. Aku mau bikin chocolate cake yang bahan dasarnya serupa dengan black forest cake yang dulu pernah saya muat di Multiply. Tapi jumlahnya setengah resep dan tanpa tambahan apa-apa seperti wajarnya black forest cake. Karena isi dompet lagi krisis, maka aku bikin setengah resep saja.
Buat yang ingin niru, inilah caranya:
Dengan mixer 5 putih telur dikocok dengan 50 gr gula pasir, ½ sdt cream of tartar dan ½ sdt garam, sehingga berbentuk busa halus. Begitu sudah kental, masukkan 5 kuning telur dan aduk dengan spatula sampai tercampur rata. Setelah itu ayakkan ke dalamnya campuran 25 gr terigu, 25 gr bubuk coklat dan ½ sdt baking powder. Aduk pelan-pelan. Akhirnya masukkan 50 gr margarin yang sudah dicairkan dan aduk lagi hingga adonan tercampur secara merata.
Nah, sekarang tinggal dituangkan ke dalam loyang berdiameter 14 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung. Saya gunakan wadah ukuran kecil, karena saya gunakan setengah resep saja. Kemudian dipanggang dengan dalam oven dengan api dengan panas 180 derajat Celcius sekitar 20 menit. Setelah tusukan sate yang dicobloskan ke dalamnya keluar dengan kering, panggang lagi sekitar 5 menit dengan api atas supaya bagian atasnya betul-betul kering.
Ketika dipanggang, tampak bahwa adonan mengembang.

Image

Setelah diangkat, biarkan sampai dingin. Begitu dingin maka kuenya akan mengkerut. Jangan kecewa, ini merupakan proses yang normal.

Image

Setelah saya pindahkan ke atas piring datar, saya mintakan ke Mira, anak saya yang sulung, untuk membawakan lilin ultah supaya apinya bisa ditiup oleh yang berultah. Yang penting ada sedikit seremoni. Tapi begitu Ale, sang cucu, melihat ada kue, dia minta mencicipinya. Jadi terpaksalah kue itu dipotong oleh yang berultah, karena lebih sayang ke cucu.

Image

Begitu pulang dari sekolah dan melihat adiknya berulang kali mencicipi kue, Ifa juga minta bagian.

Image

Batallah acara tiup lilin, sehingga kue tadi gagal total menjadi kue ultah. Ketika saya dan istri saya ikut mencicipinya, terbongkarlah rahasia kenapa kedua cucu tidak mau beranjak dari meja. Rupanya kue itu enak sekali dan lembut di lidah.
Mungkin anda bisa juga melihat dari tekstur sisa kue yang cepat-cepat saya singkirkan supaya bisa dibawa oleh Mira.

Image

Seperti biasa, apa yang saya masak tidak pernah bisa tahan lama.

13 thoughts on “WP 156 Kue ultah yang gagal

  1. mmmm… definisi baru romantis: dimasakin kue ultah sama suami.
    happy belated birthday nenek cantik (sungguh, kecantikannya tidak luntur dimakan usia)

    *saya ngimpi saja lah. suami inget saya ulangtahun saja sudah syukur alhamdulillah. 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s