WP 157 Percobaan bikin spekkoek hemat telur

Berdasarkan pengalaman saya dengan pembuatan kue ultah menggunakan resep black forest cake (lihat https://mmamir38.wordpress.com/2014/06/13/wp-156-kue-ultah-yang-gagal/) yang ternyata bisa menghasilkan kue yang lembut sekali, terfikir oleh ku untuk mengadakan percobaan membuat spekkoek yang hemat telur dengan cara memanfaatkan seluruh putih telurnya.

Soalnya sesuai resep spekkoek yang turun-temurun dalam kelurga saya tapi yang sudah saya sempurnakan (lihat https://mmamir38.wordpress.com/2012/09/30/wp-8-spekkoek-kue-langka-jaman-baheula/) saya gunakan kuning telur dari 1 kg telur dan putih telur dari hanya satu telur saja. Jadi sebagian besar putih telur tidak digunakan. Sayang kan?

Timbullah pemikiran untuk memanfaatkan seluruh telur yang ada. Jadi untuk itu cukup saya gunakan 0,5 kg telur saja karena seluruh putih telur akan digunakan.
Seperti pada resep aslinya jumlah bahan-bahan yang akan saya gunakan cukup untuk loyang bergaris tengah 21 cm.

Cara membuatnya adalah seperti berikut:
Sediakan 0,5 kg telur ayam dan pisahkan kuning telur dari putih telur.
Seluruh putih telur, 2 ons gula pasir dan 1 sdt cream of tartar dikocok dengan mixer hingga mengembang. Kemudian tambahkan seluruh kuning telur dan aduk secara manual

Image

Ayakkan ke dalamnya 80 gr tepung gluten tinggi (seperti Cakra Kembar) yang sudah dicampur dengan 10 sdt bumbu spekkoek (3 sdt bubuk kayumanis + 3 sdt bubuk cengkeh + 2 sdt bubuk kapol + 2 sdt bubuk pala) dan 1 sdt double acting baking powder (seperti Hercules). Bila mau bisa ditambah 1 sdt bubuk vanilli. Aduk dengan spatula atau sendok kayu agar tercampur rata. Maksud penambahan baking powder adalah agar kue tidak mengkerut bila sudah dingin.

Image

Masukkan ke dalamnya 340 gr mentega, atau campuran mentega dan margarin yang sudah dicairkan dan sudah dingin, kemudian aduk lagi. Karena ini baru merupakan percobaan, maka saya gunakan margarin saja.

Image

Adonan sudah selesai dan siap untuk dipanggang.

Satu setengah sendok sayur adonan dituangkan ke dalam loyang bergaris tengah 21 cm yang dasarnya dilapisi kertas bening dan permukaan dalamnya diolesi margarin. Ratakan lapisan adonan sehingga seluruh permukaan dasar loyang terlapisi adonan. Pada resep aslinya cukup 1 sendok sayur saja, tapi karena adonan resep baru ini banyak buihnya, maka saya tambahkan lagi 0,5 sendok.

Image

Panggang dalam oven dengan api atas. Bila perlu sewaktu-waktu diputar, agar masaknya merata. Bila lapisan pertama sudah masak, tambah dengan lapisan kedua dan panggang kembali.

Image

Ulangi sampai seluruh adonan terpanggang.

Image

Tunggu sampai dingin, sebelum dilepaskan dari loyangnya.
Bila pada resep aslinya, kue akan ambles dan mengkerut, pada percobaan ini bentuknya tidak berubah.

Image

Melihat bentuk ini, saya khawatir bahwa rasanya akan keras. Tapi ternyata tidak! Rasanya lembut dan tetap enak. Demikian juga lapisan-lapisannya tersusun rapih.

Image

Kesimpulannya: Eksperimen saya BERHASIL. Selain enak dipandang, kue hasil eksperimen ini juga enak di lidah.
Mau pesan yang dibikin dengan mentega dan bukan margarin? Bisa, tapi jelas akan mahal sekali lho! Dan kudu ambil sendiri! He he he!
Soalnya selain bahan-bahannya mahal, pembuatannya memerlukan waktu 2 jam!
Jadi mendingan bikin sendiri saja!

14 thoughts on “WP 157 Percobaan bikin spekkoek hemat telur

    • Di minta atau diminta?
      Kalo di minta aku jadi bingung.
      Kalo diminta sih boleh aja. Tapi kudu cepet-cepet.
      Soalnya para cucu gak bisa dihentikan kegiatan mamah-memamahnya.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s