WP 163 Menganyam ketupat yang diperjelas

Karena pada penjelasan saya tentang menganyam kulit ketupat di
https://mmamir38.wordpress.com/2012/09/17/wp2-menganyam-kulit-ketupat/ masih terasa kurang lengkap, maka di sini saya coba untuk lebih memperjelasnya.
Selain itu ada beberapa istilah yang saya coba perbaiki, yaitu ujung yang lebar yang sebelumnya saya sebut “ujung dasar” menjadi “ujung pangkal’ dan ujung lancip yang sebelumnya saya sebut sebagai “ujung ekor”men jadi “ujung pucuk”.
Di sini sengaja saya gunakan daun kelapa yang berbeda warna (hijau dan kuning) supaya langkah-langkah penganyamannya akan tampak lebih jelas.
Daun yang berwarna hijau saya lilitkan di tangan kiri saya sesuai arah panah sehingga terbentuk 3 lilitan yang sempurna, yaitu lilitan nomor 1, 2 dan 3. Perhatikan bahwa ujung pangkal tidak terlalu panjang dari jepitan jempol saya, karena lilitan pertama berawal dari bagian yang saya beri tanda nomor 1.

1

Pada tangan kanan saya lilitkan daun kelapa berwarna kuning dengan arah yang bertentangan dengan arah lilitan pada tangan kiri saya (lihat arah tanda panah), sehingga juga terbentuk tiga lilitan yang sempurna, yaitu lilitan nomor 4, 5 dan 6.
Perhatikan bahwa ujung pangkal dibiarkan lebih panjang.

2

Selanjutnya lilitan nomor 6 dianyam di atas nomor 3, di bawah nomor 2 dan di atas nomor 1. Pada saat ini jepitan jempol atas ujung pangkal daun hijau dilepas. Lilitan nomor 5 dianyam di bawah nomor 3, di atas nomor 2 dan di bawah nomor 1. Lilitan nomor 4 dianyam seperti lilitan nomor 6.

3

Dengan demikian akan diperoleh bentuk seperti pada gambar berikut. Perhatikan posisi masing-masing lilitan dan posisi ujung-ujung pangkal dan ujung-ujung ekor.

4

Selanjutnya letakkan kulit ketupat yang hampir jadi sedemikian rupa hingga salah satu ujung ekor (di sini yang berwarna kuning) berada di sebelah atas dan anyam sesuai dengan arah panah sepanjang dua  sisi. Balikkan kulit ketupat dan lakukan hal yang sama dengan ujung ekor yang berwarna hijau.

5a

5b

Kini anyam ujung pangkal sepanjang satu sisi sesuai arah panah. Lakukan hal yang sama pada ujung pangkal yang lain.

6a

6b

Setelah anyaman dikencangkan sehingga tidak ada celah-celah, maka kulit ketupat dapat diisi. Bila mau disimpan dulu, sebaiknya di tempat yang lembab.
Bila kulitnya menjadi kering dan berkerut, maka akan timbul celah-celah lagi sehingga harus dikencangkan lagi sebelum diisi.

7

Cara memasak ketupat dapat dibaca di https://mmamir38.wordpress.com/2014/07/21/wp-161-cara-masak-ketupat-sendiri/ .

 

 

7 thoughts on “WP 163 Menganyam ketupat yang diperjelas

  1. Kereen tutorial ketupatnya, detail banget🙂

    Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Mohon maaf lahir dan batin ya, Pak Amir. Selamat merayakan lebaran bersama keluarga, cucu, saudara, dan handai taulan.
    Semoga bertemu Ramadhan kembali. aamiin.

    Reply
    • Sengaja dibikin sedetail mungkin supaya mudah diikuti.
      Selamat merayakan Idulfitri juga, semoga kita semua dapat bertemu dengan bulan Suci Ramadhan yang akan datang.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s