WP 187 Langganan Kebakaran

Kemaren siang (3 November 2914) sekitar pukul 1 istri saya pulang dari pengajian. Tak seperti biasanya dia tampak sangat tergesa-gesa. “Pah,” katanya, “rumah sebelah bu Prapto kebakaran!”

“Yang sebelah mana?”, tanya ku. “Tuh, sebelah kanannya!” jawabnya. “Rumah pak Irsal dong”, kata saya.

Segera saya ambil sepedah, dan mengayun ke sana. Betul saja, bangunan sebelah kiri rumah pak Doddy tampak api menjulang dengan asap yang tipis. Berarti itu api cukup dapat oksigen sehingga terjadi pembakaran sempurna yang hanya menghasilkan sedikit asap.

1

Betul saja, dari jarak sekitar 15 meter, panas terasa sangat menyengat. Rupanya pak Doddy menyuruh pembantunya menyemprot api dengan air lewat slang dari rumahnya.

“Dod,” kata saya, “percumah nyemprotin itu api. Itu bangunan sudah gak ketolongan. Mendingan semprot atap rumah lu, supaya gak kepanasan, terus menyala!”

Rupanya pak Doddy (lihat gambar bawah) setuju dengan usul saya.

2

Yang terbakar adalah bangunan yang digunakan sebagai gudang, berupa bangunan 2 tingkat yang terpisah dari rumah utama.

Tampak api dengan ganas membakar tingkat kedua, sedang api yang menyantap lantai dasar tak tampak karena terhalang tembok.

3

Aku heran, kenapa yang punya rumah gak tampak. Rupanya ketika api sudah membesar, tetanganya mencari dia. Ternyata dia lagi tidur, sedangkan pembantunya hilir mudik kebingungan. Istrinya memang lagi gak ada di rumah.

Begitu terbangun, pak Irsal langsung menuju bangunan yang terbakar membuka pintunya dan masuk ke dalam. Mungkin karena itulah dia peroleh luka bakar pada lengan dan kakinya, sementara tetangga yang membangunkan tidak memperhatikan, karena sibuk menyemprot dengan air seadanya.

Rupanya kemudian ada tetangga laen yang nemukan pemilik rumah pingsan dalam gedung utama yang tidak terbakar. Oleh karena itulah dia kagak tampak di lokasi kejadian, karena udah dibawa untuk berobat.

Seperti biasa, pemadam kebakaran baru muncul setelah dipanggil ¾ jam sebelonnya.

Malah sampe empat kendaraan. Tapi yang bertugas nyemprot cuman satu.

4

Aku pikir selesailah masalahnya. Tapi rupanya kagak juga. Setelah magrib, bu Doddy nelepon istri saya minta ditemenin karena ketakutan. Rupanya penduduk kampung di belakang rumah yang terbakar datang berbondong-bondong mencari pak Irsal. Karena yang dicari gak ada, mereka mendatangi bu Doddy yang lagi sendirian, karena suaminya lagi jemput anak semata wayangnya.

Menurut penduduk kampung, malam itu masih tampak ada asap mengepul dari bangunan yang terbakar, dan menuntut agar dipanggilkan pemadam kebakaran. Soalnya kalo rumah-rumah mereka terbakar, mereka akan nuntut. Bu Doddy menyarankan agar mereka yang melihat asap memanggil pemadam kebakaran lagi.

Betul saja, setengah jam kemudian datang lagi satu mobil pemadam kebakaran diiringi puluhan sepeda motor. Mulailah acara penyemprotan ulang.

5

Tapi bukan karena itu cerita ini aku beri judul “Langganan Kebakaran”.

Soalnya ini merupakan kebakaran yang ketiga kalinya dalam kurun waktu sekitar 15 tahun. Kebakaran pertama hanya tetangga dekatnya yang tau, karena dapat diatasi dengan penyemprotan sendiri.

Baru yang kedua dan ketiga yang dibantu oleh pemadam kebakaran. Kenapa rumah itu berkali-kali terbakar ya? Ada apakah gerangan? Ada yang tau?

5 thoughts on “WP 187 Langganan Kebakaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s