WP 200 Mempermudah pembuatan kelepon

Meskipun kelepon yang resepnya pernah saya muat di https://mmamir38.wordpress.com/2013/02/27/wp-59-kelepon/
rasanya nikmat, tapi dalam pembuatannya ada beberapa masalah. Rupanya campuran tepung ketan dan tepung beras kurang dapat menahan air, sehingga bila kita taruh gula merah di tengahnya, air akan teresap oleh gula merah, sehingga gula merahnya akan cair. Dengan demikian bila kita tidak cepat membungkus gulanya dengan adonan kulit, gula akan merembes keluar. Dengan demikian, kelepon yang sudah dibentuk harus segera direbus, tidak dapat dikumpulkan dulu sebelum direbus. Meskipun demikian, masih saja ada yang gulanya merembes keluar seperti tampak pada foto di bawah ini:

Karena teringat bahwa bila bikin roti adonannya mudah diuleni, timbul ide untuk mengganti tepung beras dengan tepung terigu. Jadi 200 gr tepung ketan saya campur dengan 100 gr tepung terigu (cukup yang rendah gluten) dan 1 sdt garam sebelum saya uleni dengan air daun suji.

Agar besarnya sama, saya gunakan sendok obat berukuran 5 cc untuk membuat bulatan-bulatan adonan kulit. Supaya ukurannya tepat, saya gunakan pisau untuk meratakan permukaannya. Kemudian adonan yang besarnya 5 cc saya bulatkan dan saya kumpulkan dulu.

(Daun-daun yang tampak adalah gambar pada dasar wadah, jadi bukan bahan untuk kelepon).

Setelah itu adonan yang sudah dibulatkan satu per satu saya pipihkan dan saya beri gula merah di tengahnya dan tutup dengan pinggiran adonan. Banyaknya gula terserah sama selera masing-masing. Yang penting gulanya dapat terbungkus dengan baik oleh adonan.

Berikut penampilan kelepon mentah yang sudah diisi gula.

Dengan campuran tepung di atas, maka kelepon mentah yang sudah diisi gula dapat dikumpulkan dulu sebelum direbus, tanpa takut gulanya akan merembes keluar.

Masukkan seluruh kelepon mentah ke dalam air yang mendidih dan usahakan tidak ada yang lengket satu sama lain. Biarkan air tetap mendidih, sehingga kelepon mengambang ke permukaan air, pertanda sudah masak dan dapat diangkat.

Tiriskan dulu supaya tidak ada air yang menetes lagi. Perhatikan bahwa tidak ada satu pun yang gulanya merembes keluar.

Sebelum disajikan, lapisi dengan kelapa parut yang telah diberi sedikit garam dan sudah dikukus. Parutan kelapa memang sebaiknya dikukus dulu agar tidak cepat basi akibat adanya kuman-kuman. Gunakan kelapa yang agak muda.

Silahkan bandingkan hasilnya dengan yang tampak pada foto pertama yang diambil ketika masih menggunakan campuran tepung ketan dan tepung beras. Beda kan?

Hasilnya sih sama enaknya.

Tertarik untuk ikut membuatnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s