WP 201 Usia 7 ganda pada tanggal 2 ganda

Alhamdulillah pada tanggal 22 Maret 2015 kemarin Allah SWT memberi saya panjang umur hingga dapat mencapai usia 77 tahun. Sesuatu pemberian yang patut disyukuri, karena dari angkatan lulusan FKUI tahun 1963 yang jumlahnya 131 orang, saya masih termasuk sekitar 45% yang diberi umur panjang. Bahkan dari 45% itu saya masih harus bersyukur masih diberikan kesehatan yang cukup memadai buat seseorang yang berusia lebih dari ¾ abad.

Untuk itu saya berencana mengumpulkan anak-anak dan cucu-cucu saya. Tentu saja harus disediakan konsumsi. Tapi karena pada dasarnya saya suka memasak, itu tak masalah. Saya putuskan untuk bikin nasi kebuli yang disukai seluruh keluarga saya, kecuali istri saya. Rupanya istri saya tidak suka nasi kebuli yang dibikin dengan menggunakan minyak samin. Tapi itu tak masalah, karena istri saya akan menyuruh pembantu kami bikin mie goreng.

Eh, tau-taunya Aggy, anak saya yang kedua mengusulkan untuk makan bersama di luar saja. Dengan sendirinya atas beban dia. Terbebaslah saya dari tugas memasak.

Kami diminta berkumpul di Restoran Ikan Bakar Dalam Bambu Karimata Jl Taman Mini. Mira dan Rizqi sudah duluan tiba di restoran. Saya, istri saya, Ifa, Mazaya dan Mudhya menyusul.

Dari kiri ke kanan, istri saya, saya, Mira, Rizqi, Mazaya, Ifa dan Mudhya.

Begitu semua sudah tiba, maka dilakukan pemotongan kue ultah, kiriman pegawainya Mira. Sayang Nayla tidak dapat ikut hadir karena sedang sakit.

Kekhasan restoran yang kami kunjungi adalah ikan bakar dalam bambu. Tampak Aggy ingin memotretnya, dibantu oleh Revi.

Sebagai pembukanya, istri saya menuangkan nasi ke piring saya. Tapi untuk menjaga kesehatan, aku minta cukup ½ piring saja, meski makanannya sungguh lezat.

Inilah suasana makan bersama yang saya jepret secara panpramic dari seberang meja.

Begitu pukul 2 sampai di rumah, setelah sholat, saya bergegas ke dapur untuk bikin nasi kebuli. Soalnya keluarga besar karena batal datang pada siang hari, akan datang pada malam hari untuk ngucapkan selamat ultah. Tentu saja harus kami sediakan makanan. Iya kan?

Sengaja saya bikin nasi kebuli satu panci besar penuh. Makanya jangan heran bila setelah sholat magrib baru selesai.

Gara-gara hujan besar melanda Jakarta dan sekitarnya, maka sampai pukul 19:30 belum ada yang datang. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk tidur guna menghilangkan rasa penat. Eh, baru sepuluh menit tertidur, Ifa membangunkan saya karena sebagian tamu sudah tiba.

Meski ada yang gak sabaran untuk makan, kami sempatkan untuk foto bersama.

Inilah sebagian yang bisa duduk di meja makan, sedang yang lain terpaksa makan di ruang keluarga.

Saya sendiri malam itu tidak selera makan. Soalnya badan terasa penat. Saya hanya menikmati saja melihat betapa orang makan dengan lahap, suatu bukti bahwa hasil karya saya tidak sia-sia. Begitu pulang, mereka minta izin untuk membawa pulang yang masih tersisa. Untung aku bikin banyak, sehingga para tetamu bisa bawa pulang sepuas-puasnya.

20 thoughts on “WP 201 Usia 7 ganda pada tanggal 2 ganda

  1. eyang, aduh kmrn sempet salah nge-klik, jadi un follow eyang… tp langsung buru buru menyelamatkan blog yang keren ini agar masih ada jejaknya…… maaf eyang, malah yg ini br baca, kmrn tuh kayak biasa sok sok sibuk lah saya nya jd kagak mampir ke WP ini, happy milad ya eyang, semoga berkah usianya, ini salam dari ibu saya, ngucapin selamat milad ke 77 juga

    Reply
    • Trims atas doanya. Memang WP semakin sepi saja. Oh ya, kalo bikn kelepon, coba tepung berasnya diganti dengan 50% tepung beras dan 50% tepung terigu supaya mudah dibentuk.

      Reply
      • Wahhhh pak Amir masih inget aja sama kegemaran saya.

        Hmm.. berarti komponen klepon bukan hanya tepung ketan saja ya. Tapi sudah terdiri dari tiga jenis tepung.

        Kadang saya juga pake kentang, soalnya di sini ada kentang warna ungu, warnanya jadi cakep.

        Iya, WP sepi, gak banyak yang komen meskipun yang berkunjung banyak. Beda ama MP, kalau berkunjung hampir selalu meninggalkan komentar.

      • Betul, saya pake 200 gr tepung = 100 gr tepung beras. Tapi coba deh tepung berasnya 50 gr saja, tapi tambah tepung terigu 50 gr supaya mudah diuleni

  2. Wish you all de bezt ya bapak. Smoga diberi kesehatan dan snantiasa membawa manfaat. Bapak salah satu panutan saya lho🙂 pintar masak dan menjahit. Ooya, amazed saya melihat Ifa. Gadis kecil yg dulu dibuatkan baju oleh bapak, skarang sudah jAdi gadis remaja🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s