WP 300 Kepiting bumbu kecap pedas

Hari Rabu tanggal 7 Oktober 2015 ada penjual kepiting mangkal dekat rumah saya. Karena tau bahwa kepiting cukup mahal, biasanya saya tidak berani menghampiri. Tapi kali ini saya tertarik karena kepiting yang dijualnya besar sekali.

Rupanya kepiting dari Sorong yang beratnya 1 kilogram setiap ekornya. Harga yang ditawarkan adalah Rp. 75 ribu per ekor. Ketika iseng-iseng saya tawar Rp 50 ribu, eh dikasinya. Saya bermaksud beli 2 ekor saja, tapi si penjual minta supaya ke 4 ekor yang tersisa dibelinya. Jadi saya tanya ke Mira, anak sulung saya, apa dia berminat juga. Karena jawabannya “mau”, jadi empat-empatnya saya beli.

Setelah saya cuci, saya rebus dengan ikatan-ikatannya.


Setelah mendidih, saya angkat, lepaskan ikatan-ikatannya, cuci lagi supaya lumpur kering yang masih lengket dapat dibersihkan.

Dua ekor dibawa ke rumah Mira sedangkan sisanya saya masak.

Mula-mula saya lepaskan cangkang atasnya dan buang insangnya.


Setelah dicuci lagi maka cangkangnya saya pecahkan dengan memukulnya dengan palu besi.


Kini saya tumis bumbunya yang terdiri dari 3 sendok makan cabe giling, 2 sendok makan bawang putih giling dan 2 sendok makan bawang merah giling.


Kemudian saya tambahkan 3 sendok makan kecap manis.


Saya tambahkan 500 cc air dan biarkan mendidih. Setelah itu saya tambahkan 3 buah tomat yang saya iris tipis-tipis. Kemudian saya aduk sampai tomat menjadi halus.


Baru saya masukkan kepiting ke dalamnya.


Begitu cairannya sudah tinggal sedikit, saya cicipi dan saya tambah garam secukupnya. Supaya menjadi kental, saya tambahkan 1 sendok makan tepung maizena yang sudah dilarutkan dalam sedikit air.


Aduk hingga cairannya menjadi kental, kemudian angkat.


Satu ekor saya kasi ke Aggy dan Revi yang tinggal di sebelah bealakng rumah. Yang satu lagi buat santap malam berdua dengan istri saya.


Menggiurkan kan?

10 thoughts on “WP 300 Kepiting bumbu kecap pedas

  1. opppaa sehat?

    sudah lama banget nahan kepengen makan kepiting opaa, ini yang kepitingnya item, yang suka dijual di pinggir jalan itu? dulu sempat banyak yang jual, cuma kepitingnya mati😦

    Reply
  2. Menggiurkan pak! Oiya skrg saya jg suka masak, hehehe. Cm blm bisa jahit nih. Cita2 pengen pintar masak & jahit, kayak Pak Dokter🙂 Lama nggak posting, gmn kabar bapak & istri? Semoga sehat2.

    Reply
    • Maaf, baru balas sekarang.
      Soalnya lama gak buka WP, karena keasyikan di WhatsApp.
      Soal masak dan jahit, tergantung kemauan dan jangan pernah kecewa kalo gagal.
      Itu saja rahasianya.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s